Jumat, 24 April 2020

Cerita Sayembara Pelajar Indonesia Seri 05 (24-26 April 2020)

CSPI Seri 05 (24-26 April 2020)

PUASA DI TENGAH WABAH

Kamis sore yang syahdu. Cuaca cerah mengantarkan setiap insan pada kedamaian. Beberapa saat lagi, bulan Ramadhan tiba. Hati siapa yang tidak akan gembira menyambut kehadirannya. Nanti malam, tarawih pertama akan didirikan.

Namun, ada suasana yang berbeda. Takmir Masjid Al Huda sudah mengumumkan jauh-jauh hari bahwa tidak ada jamah shalat tarawih di masjid. Begitu juga dengan pengajian anak-anak menjelang buka puasa, ditiadakan. Semua karena wabah corona masih belum reda. Maka, ikhtiar  mencegah penyebaran virus corona wajib dilakukan dengan meminimalkan kerumunan orang.


Tiga anak Pak Nur, yaitu Kakak Falihah, Kakak Fathiyah dan Dik Fathimah masih berada di halaman rumah. Bu Wijayati mengajak mereka bertiga membersihkan taman dan halaman rumah. Dik Fathimah tampak gembira mencabuti rumput di taman. Kakak Falihah menyapu jalan di depan rumah. Sedangkan Kakak Fathiyyah menyirami tanaman krokot yang baru saja ditanam kemarin Rabu.

Tahu nggak? Kemarin Rabu, kan tanggal 22 April 2020, bertepatan dengan Hari Bumi Nasional. Pak Nur membuat video pendek sekitar 40 detik dengan tema hari Bumi. Di video itu, Pak Nur menanam pohon krokot dengan tehnik stek, menunjukkan berbagai pohon yang ditanam di taman seperti: delima, jeruk, jambu, singkong Jepang, hingga sirsak. Di akhir video, Pak Nur menyampaikan pesan dengan semangat: ”Lestarikan bumi, selamatkan generasi!”. Mantap sekali.

Waktu maghrib hampir tiba. Anak-anak kembali masuk ke dalam rumah. Ruang tengah sudah tampak meriah. Ada tulisan dari kertas asturo di dinding: ”Happy Ramadhan”. Di sekitarnya ada beberapa pernak-pernik hiasan yang dibuat oleh anak-anak.

Seusai Maghrib, keluarga Pak Nur berkumpul di ruang tengah. Mereka makan malam bersama dengan lauk mangut lele. Spesial sekali. Lele untuk lauk malam itu bukan berasal dari warung, melainkan pemberian tetangga mereka, keluarga Pak Agus. Pak Agus adalah pengusaha mebelair dan suka berbagi ke tetangga.

Berdasarkan hasil sidang isbat yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama pada hari itu, 23 April 2020 bertepatan dengan tanggal 30 Sya’ban 1441 Hijriyah, awal Ramadhan jatuh pada hari Jumat, 24 April 2020. Semua umat muslim menyambut gembira pengumuman itu, termasuk keluarga Pak Nur.

Untuk pertama kalinya, keluarga Pak Nur menyelenggarakan jamaah shalat tarawih di rumah. Mereka melaksanakan shalat tarawih di ruang tamu yang disulap menjadi musholla dadakan. Bu Wijayati tidak ikut shalat karena masih haidh.

Karena makmumnya masih anak-anak, jamaah shalat tarawih malam itu hanya dilaksanakan empat rakaat. Sisanya dilaksanakan tidak berjamaah. Anak-anak dipersilakan menambah sendiri sesuai kemampuan, dengan shalat sendiri-sendiri. Pak Nur sendiri berencana  menambah shalat tarawihnya pada dini hari, sekitar pukul tiga pagi.

Waktu semakin malam. Anak-anak sudah tidur. Bu Wijayati juga sudah tidur menemani anak-anak. Sementara itu Pak Nur masih berada di kamarnya. Ia mengambil mushaf Alquran dan membaca tuntas juz 26 sebanyak 22 halaman. Setelah itu, ia tidur. Esok hari, ia harus bangun awal. Anak-anak harus bisa bangun awal juga, agar bisa sahur bersama.  

***
Pertanyaannya:
Sebutkan tiga kesalahan yang ada di dalam cerita di atas.

Cara menjawab:
Silahkan klik tautan berikut untuk mengirimkan jawaban dari pertanyaan di atas: JAWABAN CSPI SERI 05 

Terima kasih atas partisipasi teman-teman.

Oh ya. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada hari Senin, 27 April pada pukul 06.00 WIB di website ini. Pemenang yang beruntung akan mendapatkan hadiah paket data internet.